Selasa, 15 Juni 2021

Siti Manggopoh, Pahlawan Wanita Dari Agam Sumatera Barat


DAILY NEWS ■ Hari ini, 15 Juni 2021 memperingati peristiwa Perang Manggopoh tanggal 15-16 Juni 1908. Perang yang melibatkan rakyat Sumatera Barat melawan pemerintah kolonial Hindia-Belanda akibat penerapan pajak (bahasa Belanda: belasting) langsung kepada masyarakat. Perang ini di pimpin oleh Siti Manggopoh. Semoga untuk tahun kedepan Siti Manggopoh dijadikan pahlawan nasional.

Siti Manggopoh, namanya memang tak seharum RA Kartini, namun perjuangannya melawan Belanda cukup fenomenal semasa zaman penjajahan. Lahir di Nagari Manggopoh Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Siti tak pernah mau takluk di tangan kolonial.

Wanita yang akrab dipanggil Mande Siti ini diperkirakan lahir pada 1885, tetapi tak ada rujukan yang tepat mengenai tanggal kelahirannya. Meski begitu hingga kini jika memperbincangkan masalah pahlawan, Siti Manggopoh tak pernah lupa disebut namanya oleh masyarakat Sumbar.

Ia dijuluki "Singa Betina" dari Ranah Minang, betapa tidak ia tak pernah diam ketika daerahnya diperlakukan semena-mena oleh kolonial.

Dalam buku Perempuan-perempuan Pengukir Sejarah, Mulyono Atmosiswartoputra diceritakan awal mula kemarahan Mande Siti, ketika ia tahu Peraturan Pajak di tanah Minangkabau pada awal Maret 1908, diganti menjadi Peraturan Tanam Paksa terhadap rakyat.

Mande Siti tersulut amarah sebab merasa harga dirinya diinjak-injak, mengingat peraturan belasting ini mengenakan pajak tanah yang dimiliki secara turun-temurun.

Alhasil, pemberontakan rakyat yang dimulai dari Kamang hingga akhirnya merambah ke Manggopoh, membuat Siti bersama dengan pemuda militan dari Manggopoh, membentuk badan perjuangan yang terdiri dari 14 orang.

Mereka adalah Rasyid (suami Siti), Siti, Majo Ali, St. Marajo Dullah, Tabat, Dukap Marah Sulaiman, Sidi Marah Kalik, Dullah Pakih Sulai, Muhammad, Unik, Tabuh St. Mangkuto, Sain St. Malik, Rahman Sidi Rajo, dan Kana.

Akhirnya pada 16 Juni 1908 meletuslah Perang Manggopoh bersamaan dengan Perang Kamang yang dikenal juga dengan Perang Belasting.

Setidaknya, tercatat dalam sejarah, kalau Mande Siti berperang dua kali dengan Belanda. Pertama, Kamis malam, 15 Juni 1908, titik inilah perjuangan dimulai.

Siti disebut menjadikan dirinya sebagai umpan, dan menyusup ke markas Belanda yang saat itu bikin perjamuan.

Setelah berhasil menyusup, Siti memadamkan lampu dan memberi tanda kepada para pejuang yang sudah siaga di luar. Mereka pun langsung menyerbu sesudah diperintah dari dalam.

Pertarungan para pejuang dan Belanda pun terjadi dalam kegelapan. Siti membunuh puluhan tentara Belanda. Sementara pejuang lain juga.

Dalam serangan gelap itu, para pejuang, yang tidak satupun gugur, berhasil membunuh 53 dari 55 serdadu Belanda. Dua yang selamat berhasil kabur ke Lubuk Basung walaupun dengan luka serius di sekujur tubuhnya.

Perang kedua terjadi saat dua antek Belanda yang berhasil kabur itu, meminta bantuan tentara dari Bukittinggi dan Padang Pariaman. Insiden itu terjadi pada 16 Juni 1908. Mereka sengaja memporak-porandakan Manggopoh untuk balas dendam. Tak sedikit warga yang menjadi korban kemurkaannya.

Peperangan ini menewaskan seluruh pejuang yang melawan pada saat itu. Ada yang mengatakan pejuang saat itu hanya 5 orang (Tuanku Cik Padang, Tabat, Sidi Marah Khalik, Muhammad, dan Kana), namun ada juga yang mengatakan 3 orang (Tuanku Cik Padang, Kana, dan Unik).

Siti Manggopoh yang mendengar daerahnya diobrak-abrik Belanda, akhirnya mengambil keputusan untuk tetap ikut berperang. Padahal, ia punya anak, yang terpaksa harus ditinggal. Namanya Dalima.

Setelah melakukan penyerangan, Siti Manggopoh pulang ke rumah dan membawa kabur Dalima ke hutan. Di dalam hutan, Siti Manggopoh merawat anaknya. Namun malang, tentara Belanda kemudian menangkapnya dan membawanya ke Lubuk Basung, Agam.

Dari Penjara ke Penjara

Tahun 1963, panitia peringatan Hari Kartini di Kota Padang mengundang Mande Siti untuk bercerita. Saat itu umurnya 78 tahun. Dia sudah rabun, namun tak pikun. Dia mengurai detail saat-saat setelah penyerbuan benteng Belanda.

"Dalam keadaan terluka saya langsung pulang ke rumah orangtua. Kedua anak, saya titipkan di sana. Dalima yang masih bayi langsung saya susui. Si Yaman, anak laki-laki saya langsung merebahkan kepalanya di paha saya. Dia minta dibelai," kenangnya.

Lebih lanjut, Siti bercerita datang seorang nelayan yang mengaku bernama Saibun. "Saya diminta Rasyid untuk menjemput Mande Siti," bisik nelayan itu. Siti membawa Dalima. Mereka naik perahu ke sebuah tempat di mana Rasyid sedang menunggu.

"Dalam keadaan diburu tak baik berlama-lama di sebuah tempat. Kami memutuskan berjalan kemanapun tanpa tujuan, yang penting selamat," urai Mande Siti di hadapan hadirin peringatan Hari Kartini. Penuturan Mande Siti ini dikutip beberapa surat kabar saat itu. Ada juga yang menuliskannya hanya untuk sekadar dokumentasi.

Perjalanan terhenti ketika mereka jumpa seorang peladang tua. Pak Tua itu baik sekali. Selain tumpangan untuk sembunyi, dia memberi makan dan minum untuk Siti, Rasyid dan Dalima. Tidak hanya itu, Pak Tua juga mengobati luka tembak Siti dan Rasyid.

"Dari Pak Tua itu kami mendapat cerita bahwa kami berdua orang yang paling dicari. Karena tak jua ditemukan Belanda murka dan Manggopoh dibumihanguskan. Rakyat tak bersalah ditangkapi, disiksa dan dibunuh. Tak tega melihat rakyat Manggopoh menderita, kami memutuskan keluar dari persembunyian. Menyerahkan diri dengan syarat tak ada lagi rakyat yang disakiti," Siti memutar kembali ingatannya.

Siti saat itu ditangkap lalu dipenjarakan secara terpisah. Adapun suaminya Rasyid, dibuang ke Manado.

Saat ditangkap, di Lubuk Basung, Siti Manggopoh dipenjara selama 14 bulan, lalu dibawa ke penjara di Pariaman. Di sini, Siti mendekam selama 16 bulan.

Ia kemudian dipindahkan ke penjara Kota Padang selama 12 bulan, dan akhirnya dibebaskan oleh Belanda dengan alasan anaknya masih kecil.

Mande Siti meninggal 20 Agustus 1965 dan dimakamkan di Makam Pejuang Manggopoh.

Rabu, 26 Mei 2021

Law Office Yudha dan Partners 1x24 Jam Siap Dukung Laporan FWBB di KPK


DAILY NEWS ■ Law Office Yudha & Partners yang berdomisili di Ruko Sentra Tajur Halang No. 36 Kampung Karet, Desa Tajur Halang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor merespon baik apa yang dilakukan Forum Wartawan Bogor Bersatu (FWBB) yang telah melaporkan dugaan korupsi salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada saat dikonfirmasi terkait adanya informasi laporan FWBB di KPK dengan dugaan indikasi Korupsi di salah-satu SKPD Kabupaten Bogor, pada 25 Mei 2021. 

Yudha, SH angkat bicara, "saya apresiasi apa yang dilakukan rekan rekan wartawan, secara kacamata hukum itu sangat baik dan bagus, agar ada efek jera bagi oknum dinas, agar tidak seenaknya dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan," ujarnya.

Sebagai praktisi hukum, lanjut Yudha, saya lihat apa yang dilakukan rekan-rekan wartawan sudah sesuai porsinya, ketika ada bukti atau temuan yang menyimpang sebaiknya dilaporkan, agar ada efek jera bagi oknumnya. 

"Saya dukung atas apa yang dilakukan Forum Wartawan Bogor Bersatu, dan saya siap membantu kapanpun jika dibutuhkan, saya sebagai Praktisi Hukum 1x24 jam, siap bantu masyarakat ataupun rekan-rekan FWBB," katanya, pada Rabu (26/5).

Masih katanya, saya berharap apa yang dilakukan FWBB bisa menjadi contoh untuk masyarakat atau organisasi lain, ketika menemukan atau mendapatkan informasi serta data yang menyimpang sebaiknya dilaporkan.(Red)

Minggu, 02 Mei 2021

Suara Lantang Kapitra, Bungkam Pernyataan Pigai Soal KKB


DAILY NEWS Politikus PDIP Kapitra Ampera merespons eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang menyampaikan narasi berbahaya terkait pemerintah melabelkan teroris terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

"Bahaya, itu. Pernyataan yang menstimulasi konflik, tidak pantas diucapkan mantan komisioner Komnas HAM," kata Kapitra saat dihubungi, Sabtu (1/5/2021).

"Pigai mencoba membawa masalah ini kepada sektarian agama, padahal terorisme itu malahan mulai dan lahir di Eropa. Itu tidak berkaitan dengan agama," jelas ketua DPD Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI) Riau.

Dia menilai pernyataan Pigai bakal memunculkan konflik horizontal lantaran mengaitkan pelabelan teroris untuk KKB dengan sentimen agama.

Di sisi lain, pemerintah tidak sedikit pun menyinggung agama ketika melabelkan teroris terhadap KKB. Tetapi, label itu diberikan melalui serangkaian analisis hasil aksi-aksi yang dilakukan KKB di Bumi Cenderawasih seperti membunuh masyarakat sipil, membakar pesawat, membakar sekolah-sekolah, dan memperkosa anak perempuan di Papua, aksi-aksi keji serta teror lainnya.

Sebelumnya, Natalius Pigai menganggap keputusan pemerintah itu kemenangan bagi kelompok teroris dari Taliban dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia.

"Setelah pemerintah giring konflik di Papua dengan rasisme/Papua phobia, sekarang pemerintah justru membuka konflik Kristen dan Islam di Papua. Tanda-tanda Indonesia bubar," demikian pernyataan Pigai yang mendulang kontroversial. (**)

Sabtu, 24 April 2021

Forkopimda Morowali Dan Ketua Perstajam Tandatangani Piagam Zona Integritas

 

DAILY NEWS ■ Kepolisian Resort (Polres) Morowali melaksanakan kegiatan penandatanganan Pakta Integritas dan pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani di lingkungan Polres Morowali, pada Jum'at (23/4/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Mapolres Morowali tersebut, dihadiri Forum pimpinan Daerah (Forkopimda). Diantaranya, Kapolres Morowali AKBP Bayu Indra Wiguno S.I.K., M.I.K, Bupati Morowali, Dandim 1311 Morowali, Ketua DPRD Morowali, Ketua Pengadilan Negeri Agama Morowali, Ketua FKUB Morowali, Ketua Persatuan Jurnalis Morowali (Perstajam).

Selain itu, tampak Wakapolres Morowali dan tokoh agama serta para Kabag, Kasat, Kasi dan Kapolsek jajaran Polres Morowali. Bahkan para Kasium Polsek jajaran Polres Morowali pun ikut hadir. 

Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya yang dilanjutkan dengan pembacaan doa serta sambutan Kapolres Morowali dan pembacaan pernyataan deklarasi oleh Kapolres Morowali diikuti personil Polres Morowali. 

Rangkaian kegiatan selanjutnya, adalah penandatanganan Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas oleh Kapolres Morowali, Bupati Morowali, Dandim 1311 Morowali, Ketua DPRD Morowali, Ketua Pengadilan Negeri Agama Morowali, Ketua FKUB Morowali, Ketua Persatuan Jurnalis Morowali. 

Setelahnya, dilakukan penandatangan Pakta Integritas Layanan Publik Antara Kasat dengan Petugas Pelayanan Publik dan ditutup dengan penandatanganan spanduk pernyataan sikap personil Polres Morowali dan dukungan Forkopimda maupun Persatuan Jurnalis Morowali, tokoh agama dan tokoh masyarakat terhadap Polres Morowali dalam memasuki Zona Integritas (Yohanes)

Kamis, 22 April 2021

Bro Rapsel : Kawasan Perikanan Terpadu Serba Komplit Harus Dibangun di Kepulauan Selayar


DAILY NEWS ■ Anggota DPR- RI komisi VI Fraksi Partai NasDem, Muhammad Rapsel Ali melakukan pertemuan dengan awak media yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar, bertempat di Dierra Caffee, Kelurahan Benteng Selatan, Kecamatan Benteng, pada Rabu (21/4/2021). 

Pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa awak media dan Muhammad Aqsa Ramadhan yang juga anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar Fraksi Partai Golkar, serta Jonny Hidayat selaku Dirut PD. Berdikari. 

"Saya sengaja mengagendakan melakukan pertemuan ini untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi aspirasi atau masukan dari rekan-rekan media untuk Kabupaten Kepulauan Selayar," kata Rapsel Ali. 

Muhammad Rapsel Ali merupakan salah satu tokoh masyarakat Kepulauan Selayar yang dikenal sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Nasdem, di kancah nasional Rapsel Ali aktif menyerap aspirasi di daerah pemilihannya yakni dapil 1 Sulawesi Selatan. 

"Sekiranya ada masukan atau aspirasi dari rekan-rekan media silahkan untuk disampaikan, tentu bisa menjadi referensi bagi saya, khususnya untuk membangun Kabupaten Kepulauan Selayar dengan segala potensinya," ujar Rapsel. 

Dalam pertemuan itu, Ketua Mandalika Racing Team Indonesia ini juga sempat menyinggung terkait beberapa potensi yang ada di daerah Kabupaten Kepulauan Selayar. 

"Selayar ini memiliki potensi yang sangat banyak, diantaranya adalah jeruk khas Selayar yang memiliki citarasa istimewa karena jika kita makan itu ada rasa asem dan manisnya, maka dari itu kejayaan jeruk khas Selayar ini harus dikembalikan," ucap Rapsel Ali. 

Terkait potensi jeruk disektor pertanian, anggota DPR- RI dari Fraksi NasDem ini setuju dengan adanya industri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Selayar agar bisa kembali menjadi salah satu komoditi terbaik di Indonesia. 

"Selain itu, potensi perikanan yang kita miliki di Selayar ini tidak bisa diragukan lagi, makanya kedepannya kita harus bisa mengembangkan lebih maksimal lagi potensi yang ada," ungkap Rapsel Ali. 

Muhammad Rapsel ali atau yang akrab disapa Bro Rapsel yang juga merupakan menantu Wakil Presiden Republik Indonesia, menginginkan agar Kabupaten Kepulauan Selayar bisa dibangun Fish Estate untuk membantu pengembangan Kabupaten Kepulauan Selayar. 

"Selayar ini kalau saya beri julukan lebih tetapnya negeri diatas laut, dimana potensi yang ada yaitu perikanan dan wisata bahari. Hal ini harus didukung oleh Pemerintah, saya harap Pemerintah Provinsi bisa lebih fokus membangun Selayar," tutur Rapsel Ali. 

Bro Rapsel juga menambahkan bahwa kawasan perikanan terpadu yang komplit sudah harus mulai dibangun di Kabupaten Kepulauan Selayar, dari pabrik kapal 250 hingga 300 GT yang sudah bisa menangkap dan menjangkau wilayah penangkapan perikanan skala nasional.  

"Saya kira Selayar bisa menjadi bagian dari perikanan skala nasional seperti Maluku, penghasil tangkapan perikanan yang lebih menguntungkan bagi masyarakat," tutup Rapsel Ali.

Irwan

Selasa, 20 April 2021

Penjual Bakso Dibacok di Papua, Ini Penjelasan Dandim 1705 Nabire

 

DAILY NEWS ■ Asep Saputra (50 th) salah satu warga Kampung Yokatapa yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual bakso keliling di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, menjadi korban pembacokan yang dilakukan dua orang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pada Minggu (18/4/2021).

Komandan Kodim (Dandim) 1705 Nabire Letkol Inf Benny Wahyudi menjelaskan bahwa pembacokan terjadi sekitar pukul 14.30 WIT, saat Asep Saputra yang kelahiran Brebes itu berjualan bakso dengan motornya di depan kantor BPD Sugapa.  

“Pelaku dua orang dan melarikan diri setelah melakukan pembacokan itu. Aparat saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku,” kata Dandim, Senin (19/4/2021).

Akibat bacokan itu, Asep mengalami luka sobek pundak kiri, dada kanan, pinggang kiri dan tangan kanan. Saat ini Asep telah di evakuasi ke RSUD Nabire.  

“Korban sudah berada di RSUD Nabire dan ditangani tim medis di rumah sakit tersebut,” ujar Dandim.

Aksi kekerasan ini, menambah daftar perbuatan biadab yang dilakukan KKB dimana sebelumnya telah membunuh dua orang guru dan satu pelajar serta membakar fasilitas pendidikan berupa sekolah dan perumahan guru. 

Menanggapi hal ini,  pada Minggu (18/4/2021) kemarin, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Syaifullah Tamliha berharap Kepolisian Republik Indonesia menindak tegas aksi KKB di Papua. Bahkan dirinya meminta pihak kepolisian agar KKB didefinisikan sebagai teroris seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. 

“Saya berharap pihak kepolisian segera menindak tegas aksi tersebut dan menetapkan bahwa organisasi KKB sebagai pelaku terorisme,” katanya.

Menurut Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini, aksi KKB yang telah menebar teror dengan membunuh dan merusak serta melakukan kekerasan, telah termasuk dalam definisi terorisme pada dalam UU Nomor 5 Tahun 2018 tersebut. 

“Dalam menentukan sebuah kelompok masuk dalam kategori teroris atau tidak, kita jangan sampai hanya terjebak dengan aksi motif ideologi pada kelompok radikal atau agama saja,” ujarnya.

Tamliha mengatakan bahwa aparat keamanan, baik Polri maupun TNI harus menindak kelompok KKB secara tegas dan tanpa kompromi. 

Ia mengatakan bahkan sudah saatnya TNI memperkuat pasukan dengan menambah jumlah personel. 

“Untuk menumpas KKB yang sangat meresahkan masyarakat tersebut,” pungkas Tamliha. (**)

Kamis, 15 April 2021

Operasi Ketupat Candi 2021, Kapolda Jateng Beri Arahan Persiapan Pengamanan Jalur Mudik


DAILY NEWS ■ Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.S.T. M.K. beri arahan pada para Kapolres di jajaran eks Wil Pekalongan dan Kendal dalam rangka Persiapan Ops Ketupat Candi 2021, pada Rabu (14/4/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri Irwasda Polda Jateng Kombes Pol Mashudi, Karolog Polda Jateng Kombes Pol Bambang Ricky Sidonarto, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol M. Rudy Syarifudin, Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Kombes Pol Johanson Ronald Sinamora, Dansat Brimob Polda Jateng Kombes Pol Farid Bachtiar Efendi, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, dan Kapolres jajaran Eks wil. Pekalongan dan Kendal.

Kapolda Jateng mengungkapkan dalam Operasi keselamatan Candi 2021 pihaknya sudah mulai melakukan penyekatan terutama dijalur Pantura kemudian di Rest Area.

“Sudah kita bentuk Posko yang tujuannya untuk beri himbaun pada masyarakat terkait pencegahan Covid-19,” terang Luthfi.

Dalam Operasi Ketupat Candi 2021, petugas akan mengedukasi terkait Prokes dan memberi peringatan pada para pengguna jalan. Artinya tak ada penindakan hukum.

Kapolda juga menerangkan bahwa di setiap rest area hanya boleh diisi 50% kendaraan selebihnya ke kendaraan akan dikeluarkan.

Dalam pengarahannya kepada Para Kapolres Eks Wil Pekalongan dan Kendal, Kapolda Jateng memerintahkan untuk melarang Ormas maupun kelompok lainya untuk melakukan kegiatan kepolisian.

“Di bulan Ramadhan ini tidak ada Ormas maupun Kelompok lainnya yang melaksanakan kegiatan Kepolisian”tegasnya.

Selain itu, Jajaranya juga akan melaksanakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) dengan sasaran miras.

(Hms) 

Rabu, 14 April 2021

Jokowi Will Reshuffle Again On Wednesday?


DAILY NEWSCabinet reshuffle is rumored to be occurring in recent weeks. This rumor was strengthened by the statement of an expert from the Presidential Staff Office (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, who said that the reshuffle would be carried out this week.

Given the 'tradition' of President Jokowi when announcing a change in the composition of his cabinet, it is likely that the reshuffle will be carried out again on Wednesday.

In the 5 reshuffles conducted by Jokowi, there have always been Wednesdays. Three reshuffles were carried out on Wednesday Pon, the rest on Wednesday Pahing based on the Javanese calendar.

If you look at this month's calendar, Pahing Wednesday will fall on April 21, 2021 next week. Meanwhile, Wednesday Kliwon falls on today, April 14, 2021.

"Maybe Wednesday Kliwon or Pahing next week, everything must be a good day," said PKB Deputy Chairman, Jazilul Fawaid, to reporters, Tuesday night (13/4).

For PKB, the decision on when the cabinet reshuffle will be carried out depends on President Joko Widodo (Jokowi).

"We'll just wait, it all depends on Pak Jokowi," he said. (**)

Senin, 12 April 2021

Survey: Gatot Nurmantyo Becomes the Opposition Figure Most Eligible to Become President in 2024

Survey: Gatot Nurmantyo Becomes the Opposition Figure Most Eligible to Become President in 2024

DAILY NEWS ■ The KedaiKOPI Survey Institute released its latest survey regarding opposition figures considered by the public to be the most worthy of becoming president in 2024.

Based on the findings of KedaiKOPI, the name of former TNI Commander General (Purn) Gatot Nurmantyo got first place and was followed by a philosopher from the University of Indonesia (UI) Rocky Gerung.

"Opposition figures, there are names that are familiar, Pak Gatot Nurmantyo and Pak Rocky Gerung. It's the same for both, 13.7 percent, ”said the Executive Director of the KedaiKOPI Survey Institute Kunto Adi Wibowo when presenting the results of the survey virtually, on Monday (12/4).

Furthermore, there is senior economist Rizal Ramli with a gain of 12.6 percent, there is a political observer who is also an expert on constitutional law with Refly Harun with 12.4 percent.

"Then PKS politician Mardani Ali Sera with 11.6 percent," said Kunto.

In addition, the names of other opposition figures who appeared and the percentage was below 10 percent, were Emha Ainun Najib with 9.0 percent and former PP Muhammadiyah Chairperson Din Syamsuddin with 7.9 percent.

"Then Abdullah Hehamahua with 7.9 percent, Said Didu with 6.7 percent, and Rizieq Shihab with 4.5 percent," he concluded.

The KedaiKOPI survey was held during the period of 29 March-4 April 2021. This survey used telesurvey methodology or telephone interviews in 34 provinces in Indonesia and involved 1,260 respondents.(**)

Jokowi and Maruf Amin discuss the discourse of a cabinet reshuffle


DAILY NEWS ■ The discourse of cabinet reshuffle volume II, after reforming the nomenclature of the ministries, has re-emerged. Then, is this also a topic of President Joko Widodo when he meets Vice President Maruf Amin?

The spokesman for the Vice President, Masduki Baidlowi, confirmed that the discourse of this reshuffle had indeed been discussed by Jokowi and Maruf Amin. Especially, after the DPR approved the establishment of the Ministry of Investment and the merger of the Ministry of Education and Culture and the Ministry of Research and Technology.

"If it is related to the question of whether there will be a reshuffle, of course the vice president will have discussed it, invited to a discussion by the president," said Masduki in response to journalists' questions at a virtual press conference on Monday (12/4).

Even so, Masduki has not been able to talk much about the reshuffle discourse that was discussed by the two leaders of the country. Because, he admits that he has not received the latest information about the reshuffle plan for this Maju cabinet minister.

"There will be specific talks between the president and the vice president, if everything is clear, then they will discuss it," Masduki Baidlowi added.(**)


Jokowi should no longer carry out imaging politics

Jokowi should no longer carry out imaging politics

DAILY NEWS ■ President Joko Widodo should no longer launch image politics in running the government at the end of his term as President.

This was conveyed by a political and legal expert at the National University of Jakarta, Saiful Anam, in response to Jokowi's attitude of giving a jacket while visiting the disaster site which caused a crowd of people.

"Why does Jokowi continue to image by distributing jackets to the public? I don't think it is necessary, because his term of office will soon be over," said Saiful, on Sunday (11/4).

According to him, Indonesia is not a kingdom that will continue to be led by a king and his family.

He added that even the politics of imaging were useless because Jokowi's leadership would end in 2024.

"For this reason, Jokowi should now focus more on legacy which will be a memory for the Indonesian people. I don't think that by distributing jackets, it can (be done by) the village head," said Saiful.

Instead of pursuing a positive image, Jokowi should give a good legacy to the people and future leaders, not with a debt burden that is now increasing.

"The inheritance of debts, which is not good enough for the history of the story to the nation's successors. Jokowi must leave good things, for example a democratic system that is more open and just for all, a political economy system that continues to progress and develop and so on, not only. distributing jackets, "said Saiful. (Dirman)

Senin, 08 Maret 2021

Manfaat Tidur Miring Ke Kanan

Manfaat Tidur Miring Ke Kanan

Tidur dengan posisi miring ke kanan merupakan posisi tidur yang benar dan tepat.

Ukuran paru-paru sebelah kiri lebih kecil dari pada paru-paru sebelah kanan.

Karena itu, jantung menahan beban yang lebih sedikit dan lever pun berada dalam kondisi stabil dan tidak menggantung.

Lambung juga berada dalam kondisi nyaman.
Posisi seperti ini membantu mempercepat proses pengosongan lambung.

Tidur dengan posisi miring ke kanan, merupa kan metode medis yang paling disarankan.

Posisi ini juga memudahkan sekresi yang berupa cairan lendir pada bronkus (cabang paru-paru) sebelah kiri.

Seringnya terjadi pembengkakan paru-paru sebelah kiri (dan bukan paru-paru sebelah kanan) disebabkan oleh posisi bronkus yang berbeda.

Bronkus sebelah kanan posisinya menyamping sehingga lendir mudah dikeluarkan, sedangkan bronkus sebelah kiri posisi nya vertikal sehingga lendir lebih sulit dikeluarkan, sebab harus di dorong ke atas.
Jika dibiarkan, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penimbunan lendir di batang tenggorokan yang mengakibatkan pula munculnya gangguan pada paru-paru dan organ pengeluaran misalnya ginjal.

Karena itu pengobatan paling mutakhir untuk mengatasi masalah tersebut adalah tidur dengan posisi miring ke kanan.

Manfaat tidur miring ke kanan.

1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri.
2. Mengurangi beban jantung.
3. Mengistirahatkan lambung.
4. Meningkatkan pengosongan kandung
    empedu, pankreas.
5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
6. Merangsang buang air besar (BAB).
7. Mengistirahatkan kaki kiri.
8. Menjaga kesehatan paru-paru.
9. Menjaga saluran pernafasan.

Mari kita saling memberi info yang bermanfaat.

Jangan pelit untuk berbagi ke saudara, sanak famili, teman-teman dan kerabat yang kita sayangi..

Karena NIAT BAIK yang disampaikn dengan Cara Baik, HASIL nya pasti BAIK juga...

Salam sehat selalu...


 
© Copyright 2019 Daily News | All Right Reserved