Sabtu, 07 Agustus 2021

Syahnan Phalipi : Orang Bisa Berubah

Syahnan Phalipi : Orang Bisa Berubah



Jakarta - Dimasa pandemi covid 19 yang meluluhlantahkan berbagai sendi kehidupan tenyata pengguna narkoba malah bertumbuh subur bahkan orang tajir melintir selebiriti, artis sampai kalangan tak berpunya juga kalangan anak pun tergoda untuk mencicipi barang haram jadah tersebut.

Selalu pada saat kepergok, petugas didepan publik yang bersangkutan mengatakan sangat menyesal sambil menangis tersedu sepertinya akan taubat, namun banyak kasus godaan setan jahannam sering kali memenangi pertarungan, kasusnya sering kali kambuh bahkan setelah habis masa hukuman di penjara atau rehab justru semakin parah.

Adakah kesalahan undang-undang, peraturan, atau cara penanganan para pengguna, penyalur, agen, bandar, distributor apapun namanya tersebut?

Pertanyaan penting, bisakah seseorang berubah?

Seseorang bisa berubah, tapi bukan berarti mereka akan berubah.

Kepribadian manusia terbentuk dari perpaduan antara faktor genetik untuk sifat-sifat tertentu, dan pengalaman di masa kecil maupun setelah individu dewasa.

Faktor genetik hampir tidak bisa berubah.

Faktor lingkungan meninggalkan pengalaman-pengalaman yang mewarnai kepribadian seseorang.

Aspek kepribadian yang terbentuk dari pengaruh lingkungan inilah yang kemungkinan besar bisa berubah.

Ada beberapa faktor yang merupakan prasyarat adanya perubahan :

1. Niat.

Niat (Arab: نية Niyyat) adalah keinginan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan yang ditujukan hanya kepada Allah.

Niat termasuk perbuatan hati maka tempatnya adalah di dalam hati, bahkan semua perbuatan yang hendak dilakukan oleh manusia, niatnya secara otomatis tertanam di dalam hatinya.

2. Strategi

Tetapi bahkan niat terbaik pun tidak langsung menghasilkan perbaikan. 

Mereka mungkin perlu bereksperimen dengan berbagai strategi untuk menemukan strategi yang benar-benar berhasil.

Sangat mudah untuk kembali ke kebiasaan lama pada awalnya, terkadang tanpa disadari.

Lingkungan yang sama, yang menyebabkan terbentuknya aspek kepribadian yang akan dirubah, bisa merupakan faktor utama penghambat perubahan.

Mereka yang menggunakan narkoba, akan sangat sulit sembuh bila lingkungan penyebab kecanduan tetap mengelilingi.

Begitu juga perilaku pengguna narkoba, korupsi, bila lingkungan yang sama tidak ditinggalkan, sulit perilaku pengguna narkoba & koruptor “disembuhkan”

Disini mereka perlu memilih strategi yang tepat untuk meninggalkan lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Sulit meninggalkan lingkungan dan teman-teman komunitas “seperjuangan” terutama bagi orang yang tidak menyenangi konflik.

3. Motivasi

Untuk membuat kemajuan dengan perubahan, dibutuhkan motivasi yang tinggi.

Bila motivasi rendah maka teman/keluarga dapat membantu dengan mengingatkan mereka apa yang sedang mereka upayakan dan apa yang ingin mereka raih.

4. Umpan balik dan dukungan positif

Perlu umpan balik dan dukungan positif dari orang-orang yang dicintai dan terdekat tentang keinginan untuk berubah. Mereka juga dapat menyemangati dan memperkuat keyakinan orang yang ingin berubah.

5. Terapi

Beberapa perubahan membutuhkan dukungan profesional. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mengatasi perilaku tertentu sendiri, dan beberapa perubahan memerlukan dukungan profesional.

Fakta menunjukkan, perilaku dan karakteristik yang paling sulit untuk diatasi dan dirubah adalah ketidakjujuran, perselingkuhan, dan empati yang rendah.

Tetapi terapi dari ahli yang kompeten dapat membantu semua jenis perubahan. 

Seorang terapis dapat membantu 

mengungkap faktor-faktor yang berkontribusi pada perilaku atau sifat kepribadian yang tidak diinginkan.

Selain itu terapis yang kompeten dapat mengeksplorasi strategi untuk membentuk perilaku baru.

Kesimpulan:

Penting untuk menyadari bahwa orang dapat berubah, tetapi sama pentingnya untuk mengetahui kapan harus melakukan perubahan.

Dalam kebanyakan kasus, terutama pelanggaran integritas seperti korupsi, pungguna narkoba, perubahan tidak akan terjadi sampai individu menginginkan dan berusaha sendiri. 

Jika individu tampaknya tidak bersedia untuk mengatasi perilaku nya yang bermasalah, hanya menunggu dan berharap adanya perubahan dengan sendirinya, kemungkin besar Ia akan mengalami “rasa sakit” terus menerus karena stigma negatif dan pengucilan dari masyarakat tidak mudah untuk dihilangkan.

Bahkan anak-cucu, keturunan akan ikut menderita karena dianggap sebagai anak - cucu pengguna barang haram atau koruptor yang akan mewarisi sifat-sifat tercela tersebut. Kata oranf bijak Dosen terbaik dalam kehidupan adalah pengalaman, namun pengalman orang lain itu jauh lebih bijak bahkan lebih efisien dan efektif tatkala mengahadapi era digital 4.0-. 5.0, era persaingan tak bertepi, yang tak pasti, polatilitas tinggi, tanpa aba-aba dan penuh risiko, Terlalu banyak waktu serta energi yang dibutuhkan kalau kita harus mengalami segala kasus baru berperilaku bijaksana.

Merdeka...

Jakarta, Agustus 2021,

#Syahnan Phalipi,

Management Legal Specialist,

#Ketua Umum, Founder DPP HIPMIKINDO,

#CEO Fokus Lawyer International,

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Daily News | All Right Reserved