Minggu, 01 Agustus 2021

Kemenko PMK & HIPMIKINDO Dorong Program Maritim Budidaya Lele

Kemenko PMK & HIPMIKINDO Dorong Program Maritim Budidaya Lele



 "Kemenko PMK mengadakan acara FGD di Jakarta pada hari Rabu (28/07) yang bertujuan untuk mendiskusikan secara komprehensif pemanfaatan sumber daya kemaritiman di Indonesia, serta hasil laporan dari diskusi yang akan di jadikan sebagai bahan masukan untuk menyusun rekomendasi kebijakan kepada pimpinan, " ujar Ir. Aris Darmansyah Edisaputra. M.Eng PLT Staf Ahli Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Kemaritiman Kemenko PMK selaku Inisiator dan keynote dalam acara ini. Program kegiatan FGD terkait kemaritiman ini dilakukan berkelanjutan agar outcome yang didapat akan membantu pemerintah dalam percepatan mewujudkan Indonesia negara maritime yang kuat, maju dan mandiri. 

“Banyak orang lebih memilih makan salmon hanya karena salmon harganya mahal dan ikan tersebut produk import, masih saja banyak orang menganggap produk impor itu lebih baik karena dingaruhi oleh lifestyle. Sebagian orang mengira Ikan salmon adalah ikan terbaik, meskipun lele tidak termasuk ke dalam kategori ikan berlemak seperti salmon, namun lele merupakan sumber asam lemak omega yang baik.sudah terbukti beberapa penelitian mengatakan 

Ikan lele adalah ikan yang memiliki kandungan protein yang tinggi selain ikan salmon, nutrisi ini penting untuk kesehatan si kecil karena membantu berkembangnya anak dan menjaga saraf dan sel darah agar berfungsi dengan baik yang paling penting adalah mencegah stunting pada anak”, kata Jurika selaku ketua panitia yang juga ketua Perikanan DPP IWAPI sebagai penggagas kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Ibu rumahtangga dengan budidaya lele dengan technologi aquaponic berbasis Ketahanan keluarga dan ketahanan pangan di masa covid 19.

Ikan lele juga merupakan salah satu produk perikanan budidaya yang termasuk sebagai komoditas utama berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh KKP. Lele merupakan komoditas perikanan yang telah memasyarakat dan potensial untuk menggerakkan perekonomian rakyat. 

Dimasa pandemi Covid 19 saat ini, budidaya lele menjadi solusi, karena bisa dilakukan sendiri seperti industri rumah tangga, keterbatasan dalam mengadakan kontak terhadap orang banyak, bisa teratasi dengan mendapatkan penghasilan dari budidaya lele. 

“Besarnya produksi lele disebabkan metode budidaya yang sederhana sehingga dapat dilakukan pada level rumah tangga. Budidaya ikan lele banyak dipilih masyarakat karena dapat dilakukan pada lahan yang sempit dan sumber air yang terbatas dengan kepadatan populasi ikan yang tinggi. Ikan lele memiliki beberapa keunggulan dibandingkan komoditas lainnya, karena banyaknya rumah makan dan pecel lele yang tumbuh berkembang, namun saat ini belum cukup banyak pelaku budidaya lele yang berhasil melakukan budidaya lele, pelaku budidaya lele banyak berguguran dengan berbagai alasan antara banyaknya modal kerja yang keluar tidak berimbang dengan hasil yang didapatkan atau kadang merugi. 

Harga pakan yang tinggi menjadi salah satu faktor kerugian serta permasalahan air sering mempengaruhi kematian lele. Makanan olahan dari ikan lele menjadi solusi untuk membantu pelaku budidaya mengolah ikan, pelaku dibudidaya lele tidak lagi bingung untuk menjual hasil produksi karena sudah mampu mengelola ikan lele menjadi makanan olahan dari ikan lele, pelaku budidaya lele akan diajarkan bagaimana mereka mengurus izin edar atau mengurus MD untuk lele yang diprozen” kata Jurika yang juga selaku Ketua ASMI women empowerment dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Perempuan HIPMIKINDO yang berharap agar masyarakat Indonesia mulai menoleh ke Ikan Lele sebagai makanan pokok keluarga dengan memasyarakatkan budidaya lele kepada ibu rumah tangga maka secara otomatis anak menjadi gemar makan ikan ini adalah sasaran kami mencerdaskan anak bangsa dan memberdayakan ekonomi."  

Sementara itu, Syahnan Ketum HIPMIKINDO mengatakan, “ Dalam rangka mendorong percepatan mewujudkan Indonesia Negara Maritim yang kuat, maju dan mandiri maka harus selalu ada dukungan dari pemangku kepentingan khususnya Kemenko PMK, Kementerian Kelautan dan BPOM, ikan lele yang memiliki peluang besar bisa menjadi primadona budidaya air tawar, yang menjadikan sumber penghasilan utama atau sampingan yang dapat dilakukan dirumah dan menjadikan Indonesia menjadi produsen terbesar ikan lele di dunia."

Selaku pemangku kepentingan dalam mewujudkan Indonesia Negara Maritim Yang Kuat, Maju Dan Mandiri pemerintah memiliki peran untuk membantu pelaku budidaya lele agar budidaya lele menjadi salah pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan di masa covid yang akhirknya bisa menjadikan Indonesia sebagai produsen lele terbesari didunia sehinga mewujudkan Indonesia Negara Maritim Yang Kuat, Maju dan Mandiri. 

Program Pemberdayaan ekonomi melalui budidaya lele di masa covid, dengan Inisiator dari kegiatan ini adalah PLT Staf Ahli Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Kemaritiman Kemenko PMK yang memfasilitasi kegiatan FGD dan sebagai Inspritor adalah DPP HIPMIKINDO yang juga bersinereji dengan Kemeterian Kelautan dan Perikanan, BPOM dan beberapa organisai antara lain DPN Koalisi Lingkungan Hidup (DPN KAWALI), Asmi Entreprenuer Center, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Asmi Women Emporwerment dan Mars 78 Biogren. FGD mengundang praktisi dari Ketua Tim Pemuliaan dan Pelepasan Ikan Lele Sangkuriang Balai Besar PBAT Kementerian Kelautan Ade Sunarma dan Iqbal pendiri lele lela. 

Dari BPOM juga menyampaikan kemudahan melakukan e-registrasi untuk makanan olahan dari ikan lele, saat ini BPOM gencar dengan sosialisasinya dalam percepatan pengurusan perizinan.

“Setiap pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri atau yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebelum diedarkan wajib memiliki Izin Edar, saat ini kami masih memberikan harga terbaik dengan potongan 50 %” Kata Dra. Dyah Sulistyorini, Apt.,MSc Koordinator Poksi Pemberdayaan Pelaku Usaha Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha. 

Saat ini BPOM dan HIPMIKINDO bersinerji dalam membantu pendampingan UMKM untuk mengurus perizinan yang nantinya juga akan melakukan pendampingan makanan olahan dari ikan lele. 

”Saya terbuka untuk binaan Hipmikindo yang membutuhkan pengatahuan budidaya lele dengan aquaponic seperti program kerja Ibu Jurika untuk pemberdayaan ekonomi Ibu rumahtangga.” Kata Dr. Ade Sumarna, SPI., MSi. Ketua Tim Pemuliaan dan Pelepasan Ikan Lele Sangkuriang di BBPBAT Kementerian Kelautan yang siap membantu dan mendukung program kerja HIPMIKINDO. (Red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Daily News | All Right Reserved