Jumat, 16 Juli 2021

KSP dan Kemenko PMK dorong kegiatan Hipmikindo dan Kawali

KSP dan Kemenko PMK dorong kegiatan Hipmikindo dan Kawali

DPP HIPMIKINDO mengadakan FGD yang bersinerji dan difasilitasi oleh PLT Staf Ahli Bidang  Pemanfaatan  Sumber Daya Kemaritiman Kemenko PMK  bekerja sama dengan beberapa organisasi antara lain Koalisi Lingkungan Hidup (KAWALI), Asmi Entrepreneur Center, Women Empowerment dan Dekopin, dan mengundang narasumber dari Kantor Staf Presiden dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang membuka akses pembiayaan bagi budidaya ikan pada hari Selasa (13/07/2021) dengan tema “Strategi Pengembangan Perikanan Budidaya Menuju Poros Maritim Dunia” di Jakarta.

FGD ini diharapkan mampu mendorong percepatan Misi Presiden RI bapak Joko Widodo (2015-2019), yaitu mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional. Sebagai negara maritim  pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang lestari merupakan strategi yang sangat tepat bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar.

" Kami bersinerji dengan  PLT Staf Ahli Bidang  Pemanfaatan  Sumber Daya Kemaritiman Kemenko PMK bapak Aris Darmansyah, untuk program Budidaya Perikanan air laut tawar khususnya lele, Kenapa lele? Karena kami berfikir budidaya lele banyak turunannya sebagai umkm, contohnya rumah makan pecel lele yang banyak bertebaran khususnya di pulau jawa kemudian makanan olahan lele seperti abon, keripik dan lain-lain” kata Jurika selaku ketua penyelenggara dan ketua perikanan.

Acara yang melibatkan kantor staf presiden Alan S. Koropitan, PhD Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden yang menyampaikan materi Perikanan  Budidaya sebagai  masa depan Indonesia menuju Poros Maritim Dunia mengatakan dalam paparannya “kedepan budidaya air tawar akan menjadi primadona yang mampu menyaingi perikanan di laut”

“Acara ini juga melakukan survey sederhana untuk mengetahui kendala dan apa saja yang dibutuhkan oleh umkm perikanan, sehingga kami dapat membantu anggota-anggota kami yang memiliki usaha budidaya ikan, kami akan meneruskan hasil survey ini kepada para pemangku kepentingan, selain itu kami juga melakukan survey dan wawancara langsung kepada pelaku pembudidaya ikan” kata Jurika yang juga sebagai Ketua Pengembangan Sumber Daya DPN KAWALI,

”Tingginya kebutuhan ikan di Dunia menjadi bonus demografis yang tidak dapat diabaikan oleh Indonesia, Lembaga Pangan Dunia (FAO), salah satu peluang Indonesia dalam perikanan adalah sebagai negara produksi dan industri produsen Ikan terbesar di dunia.  Produksi ikan global terus meningkat dari waktu ke waktu, bahkan pertumbuan kebutuhan ikan di dunia justru terus tumbuh hingga melebihi populasi penduduk di dunia, sehingga export akan meningkat dan mengalami lonjakan yang luar biasa karena kebutuhan dari luar negeri”, menurut ketum DPP HIPMIKINDO , Syahnan Phalipi yang saat ini sudah memberikan pendampingan bagi pengusaha budidaya ikan lele. 

“DPP HIPMIKINDO selanjutnya akan membuat sertifikasi bagi pembudidaya lele dan pendamping pembudidaya lele,karena LSP kami sudah mengeluarkan beberapa skema untuk pendampingan. " ujar Syahnan yang juga sebagai ketua Dekopin menutup wawancara.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Daily News | All Right Reserved