Rabu, 23 Juni 2021

Syahnan Phalipi Hadiri Launching BPOM Dukung Produk Olahan UMKM

Syahnan Phalipi Hadiri Launching BPOM Dukung Produk Olahan UMKM

Jakarta, dailynews -  Indonesia Spice Up the world"

Fakta umkm di masa pandemi covid 19 saat ini memang banyak yang berguguran, namun produk makanan dan minuman masih menunjukkan tajinya termasuk alkes yang bersinggungan dengan prokes, bahkan yang menarik menurut Teten Masduki menteri koperasi dan UKM bahwa sumbangan produk makanan khususnya usaha mikro tehadap PDB sudah lumayan membaik.

Pada acara launching BPOM untuk mendukung UMKM, Teten menguraikan capaian makanan olahan yang sudah mendapatkan izin edar atau SIE cukup meningkat, hal yang sama juga disampaikan kepala BPOM Penny Lukito, bahkan cenderung mengalami kenaikkan, walaupun pengaruh pandemi masih sangat dirasakan oleh para pegiat UMKM.

Harapan baru bagi UMKM terlihat dari penandatangan MOU antar kementerian koperasi, BPOM dan RRI, utk mandorong target UMKM go on-line menuju 30 juta tahun 2024, dan ekspor ke Australia serta Afrika menjadi fokus utama untuk menaikkan Kinerja UMKM agar secepatnya pulih Menuju pertumbuhan berkelanjutan.

Saat acara MOU, serta launching produk tersebut juga sekaligus memperingati hari pangan sedunia, Syahnan Phalipi, Ketua Umum Founder DPP HIPMIKINDO yang hadir sebagai undangan khusus menyampaikan berbagai pemikiran antara lain, potensi UMKM go on-line sangat besar dan merupakan masa depan Indonesia sebagai negara UMKM terbesar di dunia namun sebaiknya terus bersinergi dgn Assosiasi, juga platform lokal mesti diajak bekerjasama begitu juga tentang aspek pembiayaan seperti Crowd Funding, termasuk Sertifikasi halal untuk umkm dengan pendekatan self declarate dan biaya murah' agar menjadi daya ungkit, nilai tambah sekalian meningkatkan daya saing di pasar global.

Faktor pendampingan yang sudah dilakukan HIPMIKINDO dengan BPOM hendaknya dilakukan terus menerus berkesinambungan di tambah edukasi, konsultasi serta advokasi agar berbagai proses mulai dari perizinan, produktifitas, pemasaran, permodalan, pembukuan, manajemen keuangan, SDM, agar segera terselesaikan yang selama ini menjadi persoalan Utama para pelaku UMKM.

Bersinegi, berkolaborasi antar pemerintah - pengusaha (Assosiasi) dan masyarakat harusnya menjadi keniscayaan apa bila ingin memenangi pertarungan globalisasi, ujar Syahnan.

HIPMIKINDO sudah memiliki pendamping UMKM bersertifikasi bnsp sekitar130 orang ini dapat dimanfaatkan oleh kementerian koperasi dan UKM serta BPOM dan kementerian maupun badan atau lembaga lainnya serta pemangku kepentingan umkm agar program presiden Jokowi fokus UMKM 30 juta go digital semakin cepat dicapai.

Syahnan Phalipi berharap dengan telah lahirnya undang-undang Omnibuslaw, cipta kerja dan turunnya perhatian Indonesia terhadap UMKM harus lebih Fokus benar'benar membantu tanpa henti supaya UMKM menjadi penopang utama PDB menjadi pengentas kemiskinan, menciptakan lapangan kerja serta melahirkan wirausaha-wirausaha tangguh kelas dunia yang diharapkan oleh rakyat menuju Indonesia maju adil makmur serta sejahtera. (Red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Daily News | All Right Reserved